Sejilat Inpo

MAKMALBAR AOH - MiLYS

[Makan Malam Bareng After Office Hour]

RM pondok tyas - kalibata ( Depan TMP Kalibata) setiap hari rabu mulai jam 19.00 - Midnight.

You are at:
Solo-ride Borneo land part-2 PDF Print E-mail

Solo-ride Borneo land part-2

Setelah perjalanan dari Tarakan-Kalimantan Utara menuju Balikpapan-Kalimantan Timur di akhir bulan Agustus 2009, Tanggal 5 Desember 2009 saya melakukan perjalanan pulang dari Balikpapan-Kaltim menuju Bandung-Jawa Barat yang “ditakdirkan” teuteup melakukan perjalanan sendirian…..



Sabtu, Tanggal 5 / 12 /2009

Berangkat dari Balikpapan jam 9.30 WITA dari tadinya rencana berangkat jam 7 pagi atas wejangan Bro Iwan – Rangga, Vixioner Balikpapan yg menyarankan utk nyebrang dengan kapal ferry dipagi hari dengan pertimbangan kalau siang hari ferry tsb mengangkut truk-truk BBM dan pasti kurang begitu nyaman dari segi antrian dan loading kendaraan keluar/masuk kapal ferry…….hmmmm…..tapi untung begitu tiba di Ferry Terminal – Kariangau yang letaknya + 6 km dari arah Balikpapan, antrian kendaraan belum begitu banyak dan orenbastard-pun sukses masuk antrian kendaraan dgn tertib setelah bayar tiket nyebrang yg hanya Rp.16.500 termasuk penumpang….selama 45 gak terasa nyebrang dgn kapal dari Kariangau-Balikpapan menuju Penajam yg sudah merupakan kota kabupaten di kabupaten Paser Utara, satu-satunya gerbang akses jalan raya menuju kota-kota lain di Kalimantan Selatan..




Tiba di Penajam jam 10.55 dan saat itu jg tekad untuk ride-non stop sampai perbatasan Kaltim-Kalsel dimulai….cuaca cerah dan stamina mulai berangsur bertambah biarpun dari mesin orenbastard merembes oli mesin dan suara ring piston yg selalu menahan tangan untuk melintir gas lebih dalem disetiap jarum penunjuk putaran mesin mencapai 6500……dan selama sisa perjalanan sampai tujuan…jarum rpm gak pernah lebih dari 7500 sajah….

Lepas 43 km dari Penajam, motor sempat terhenti krn dari arah berlawanan terlihat motor mio putih di terjungkal dipinggir jalan krn terlalu kepinggir bahu jalan gara-gara si motor sepertinya mo ngasih jalan sama mobil di belakangnya tp si motor sepertinya ngelindes pasir putih yg memang bertebaran di pinggir-pinggir jalan sampai bahu aspal dan tergelincirlah…yg pasti, reflek saya segera menghentikan motor krn dipicu melihat anak kecil yg masih mencoba berdiri dari balik motor mio yg jatuh tsb yg dikendarai orang tuanya, saya mencoba memberikan pertolongan pertama sebisa-bisanya setelah mengatur lalu-lintas yg sempet tersendat krn…..saya lupa markir motor ditengah jalan….*ixixixixix-asli lupa*…….pesan moral dari kejadian tsb….si anak kecil pakai helm, jaket dan sepatu sehingga terhindar dari luka-luka serius dan ringan….hanya shock saja dan menangis krn….(krn apa ya?...malu campur kaget kali ya?)….sedangkan si Ibu dari si anak, sepertinya cedera ringan di ujung kaki krn sandal jepitnya putus n senyum mesem2 bercampur malu (kali ya?) sedangkan suami nya yg mengendarai mio putih masi gusur-gusur kendaraanya ke tempat yg lebih landai…..jujur saja kalau saya ketika itu lebih fokus sama si anak kecil perempuan (kira-kira se-usia putri saya) yg masih menangis sesenggukan dan mencoba menenangkan sambil mengecheck kalau ada cedera….setelah yakin mereka gak membutuhkan lg pertolongan dan mendapatkan ucapan terima kasih yg tulus, saya pu melanjutkan perjalanan kembali sambil tersadar, kenapa gak ada orang lain waktu kejadian yg turut membantu korban kecelakaan itu ya??....hmmm



Tepat di km 93, jarum spido putus…dan bukan karena speeding…..melainkan krn kena lubang jalan sehingga sambungan kabel yg ke tromol ban depan copot dan kabel dalamnya entah ilang kemana…….hingga 5 kilometer berikutnya barulah nyampai dikota kecamatan Longikis dan nemu bengkel kecil ditengah teriknya matahari jam 11.45 siang….motor pun diganti dulu kabel spido nya sambil mendapat sms dari bro Robby-Milo yg memberikan panduan arah jalan dan kota-kota yg akan dilewati….hmmm…GPS yg paling up to date utk wilayah Kaltim-Kalsel deh brow……



Setelah 10 menit mengganti kabel spido pio dan ucapan tengkyu ama org2 bengkel dan....setelah berdebat kusir ma mereka yg menyangkal kalau kabel spido pio sama ama kabel spido RX-K :P……..pio oren pun melanjutkan perjalanan sampai tachometer lungsuran Bro Brams dari Scorpio Ponorogo menunjukkan 265 km sudah terlewati dan perut pun sudah protes minta diisi ditengah hutan belantara…akhirnya setelah tiba di lereng gunung sarempak, di daerah bernama Batubabi, ada warung kecil yg terlihat teduh dan nyaman untuk beristirahat sambil mengisi perut yg sudah rpm tinggi…..slurrrppp….indomi

 

e bertabur gorengan tahu pun meluncur tanpa ragu……sambil bercanda dengan balita si ibu warung yg cukup menghibur ditengah penatnya jalanan yg membelah hutan borneo……

Dengan sisa tenaga yg tinggal 70 persen ditambah perut kenyang, etape berikutnya sudah siap dilalui dgn pertimbangan cuaca yg mulai terlihat mendung, orenbastard pun hanya mengerang maksimal di 6500 rpm saja dan speed yg mentok di 125 kpj dgn beban side box yg masing2 beratnya 6 kg pleus gembolan lenong di buritan blakang yg kira2 3 kilo-an..(pembeberan fakta dgn bukti kalo selama diperjalanan gak bias speeding diatas 130 kpj yaaa!!! Gak septih apalagi bawa gembolan lenong). Trek jalanan selepas Batubabi sampai kota Tanjung yg sudah masuk ke Provinsi Kalimantan Selatan masih mulyusss-mulyusss dan gak membosankan krn melewati kelokan-kelokan dari barisan pegunungan sarempak yg asri oleh semak dan pemandangan bekas batang pohon-pohon yg ditebang.



Selepas dari bunderan kota Tanjung, perjalanan menuju kota Banjarmasin tersisa 320-an km lagi dan mulai sedikit gerimis serta jalan raya cukup ramai dengan kendaraan yang menuju Banjarmasin. Oren sempat di isi lagi 10 liter dari terakhir isi di Balikpapan sebelum berangkat. Mungkin karena kota Tanjung bias merupakan satu-satunya kota yg ada akses jalan darat menuju Muarateweh yang berada di utara Kalimantan Tengah yang gak bias dilewati dari kota Palangkaraya di Kalteng itu sendiri.

Antara kota Tanjung sampai Martapura, nda’ begitu banyak yg bisa saya liput karena begitu banyak kota-kota kecil yg terlewati dibanding rute sebelumnya. Hanya sempat menikmati matahari terbenam secara perlahan diantara jalanan lurus selepas kota Rantau yang seperti mengucapkan …”enjoy your bloody journey lonesome rider”….dan perasaan sunyi tsb tiba2 buyar setelah sedikit menghantam lubang jalan dan box kiri samping E20 terlihat hamper menyusul orenbastard…..yuuuuukkkkkk …mariiii….

Ketika melihat waktu di jam tangan, ternyata baru saja melewati waktu maghrib dan beberapa kilo dari tempat lepasnya box ada rumah makan yang cukup ramai dikunjungi bis antar daerah dan cukup nyaman untuk istirahat sejenak sambil pasang cargo-net, biar kedua box samping gak lepas kalau sewaktu “ber-balet” menghindari atau kejeblos lubang jalan…..

Lepas rehat dan makan secukupnya, saya melanjutkan perjalanan kembali dengan target jam 8 malam sudah tiba di Banjarmasin yang tersisa 160 –an km lagi….Di perjalanan, Bro Robby kembali mengirim pesan untuk mampir di Bro Surya – Enduro Community Banjarmasin yg barangkali bisa membantu akses penyebrangan kapal dari Banjarmasin ke Surabaya….hmmmm…….maka gak sabar pula ingin tiba di Banjarmasin setelah melewati kota Martapura dan Banjarbaru yang terhubung oleh jalan By-Pass sampai di Gerbang kota Banjarmasin..dan jam 9 kurang seperempat saya pun sudah di depan Duta Mall Banjarmasin menunggu panduan arah dari Bro Surya.

Sempat bertegur sapa denga Pak Jerry dari Team Rescue Region Banjarmasin yg mencoba membantu arah menuju Terminal Kapal dan sempat bertukar nomor selular jika suatu saat perlu bantuan di area Kalsel…hmmm…tengkyu Pak Jerry…..Tak lama, Bro Andy rekan dari Bro Surya pun tiba menjemput untuk menuju ke kediaman Bro Surya yang ternyata bertempat gak jauh dari pintu masuk Pelabuhan Kapal yang menuju Surabaya…..Setelah rehat sejenak, Bro Surya pun mengajak ke beberapa tempat ngopi di kota Banjarmasin untuk sekedar nyemil roti bakar dan es te em jeh yg cukup memulihkan stamina sambil melihat keramaian malem minggu di kota Banjarmasin……dan kopdar bareng Bro Surya masih berlanjut ke suatu café lesehan yg banyak pengunjung anak muda di tempat tersebut……gak lepas dari 5 menit di tempat lesehan tersebut, penulis pun pulas ngejoprak berbaring disebelah meja….zzzzzzzzzz…..



Minggu, Tanggal 6 /12 /2009

Setelah rehat pulas dari tempat lesehan dilanjut di kediaman Bro Surya, saya cek jadwal keberangkatan kapal menuju Surabaya yang ternyata berangkat selepas maghrib….so seharian dibonceng Bro Surya muter-muter melihat kota Banjarmasin yg dibelah oleh sungai Barito. Sampai sore hari, saya pun bersiap-siap dan menuju ke Pelabuhan Kapal yg ternyata beda dengan kapal Ferry pada umumnya dimana setiap kendaraan masuk dari lambung samping kapal laut yg berkali-kali oleng setiap truk yang ber-ton-ton masuk kedalam lambung kapal….saya bilang ke bro surya, “sepertinya gw udah mabuk duluan ngelihat kapal besar yg oleng setiap truk besar masuk kedalam lambung kapal….”…..Bro Surya jelas cuma nyengir maklum krn seumur idupnya pemandangan tsb sudah biasa hla wong dia besar di area pelabuhan….ixixixix…



Masuk kapal jam 8 malam barengan dgn seorang ber “H-D” plat B yang ternyata bertujuan ke kota Semarang. Lama perjalanan di Kapal KM Kumala sekitar 20 jam menuju Surabaya, so estimasi kedatangan di Surabaya tanggal 7 / 12 / 2009 jam 7 malam….cukup waktu buat istirahat untuk rute Surabaya – Bandung….



Senin, Tanggal 7 / 12 / 2009

Setelah kontak dengan Bro Amir, MilYSer Surabaya, hati pun rada tenang krn dari Tanjung Perak sampai keluar dari Surabaya masih belum ada gambaran arah jalan….tetapi setelah keluar dari Lambung Kapal dan celingak-celinguk di sekitar pelabuhan, blon tampak seorang pio-rider sekalipun yang akhirnya saya putusin jalan dulu cari tempat makan krn selama di kapal laut, selera makan lenyap….menyusuri kota Surabaya dengan perabotan lenong full, gak sengaja nyasar ke pintu gerbang jembatan Suramadu….hmmmm….tanya malu-malu ke warga setempat, ternyata jarak ke Madura gak lebih dari 6 km….ixixixix….sambil nunggu kabar dari Bro Amir, oren pun di pacu menyusuri jembatan suramadu dimalam hari…brrmmmm….15 menit kemudian udh balik lagi di pintu keluar gerbang di Surabaya dan duduk manis di pos patrol jalan raya sama pak polisi yg ramah sambil nunggu Bro Amir tiba menjemput…..

Senin malam, thanks to Bro Amir yg udah repot nyari2 gw yg nyasar ke Suramadu dan ternyata tempat Bro Amir gak jauh dari Pelabuhan….ixixixiix….akhirnya Bro Amir menyediakan tempat istirahat yang nyaman setelah menyantap roti bakar hingga subuh menjelang……



Selasa, Tanggal 8 / 12 / 2009

Lepas subuh, saya bersiap-siap kembali untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandung dan melewati kota Semarang dibantu Bro Amir yg telah sudi mengantar sampai perbatasan kota Surabaya…..dan orenbastard pun melenggang sendiri hingga di Gresik terpaksa harus berhenti untuk mengisi bensin yg terakhir isi di Martapura….

Tanpa kendala berarti kecuali sadisnya bis Lorena di jalur pantura dan lumernya oli mesin di blok silinder si oren, motor masi tetap melaju stabil di 110 kpj hingga memasuki kota Semarang jam 11 siang dan langsung kontak Sis’Heidy-PIC MiLYS Semarang dan Pak Bayu – YSC Semarang untuk menanyakan arah selepas kota Semarang menuju kota Cirebon….

Bertemu Pak Bayu dan sempat membetulkan lumeran oli mesin yang ternyata bersumber dari penutup Klep In-take yang gak betul menutupnya sewaktu servis terakhir di Be-Res Yamaha Balikpapan….Thank you Pak’De yaaaaa…..dan hidangan nasi bakar nya juga nuammmphollll banget lohhhh….sangat membantu energy untuk menyusuri Pantura….Thanks juga buat Sis’Heidy yg gak sukses menahan ane lebih lama di Semarang…..ixixixixixixixix….tapi untuk lumpia time ntar ane berkunjung lagi.

Jam 19.55….tiba di kota Cirebon dan sempet seperti muter2 kota cari arah menuju sumedang/ Bandung…hufffff…..dan ternyata…..Bro Robby Milo sudah di Sumedang yg tadinya jajian ketemu di Semarang……so….tanpa membuang waktu, saya melanjutkan perjalanan ke Sumedang dan tiba di Sumedang pukul 21.40….hmmmm….welcome to Sundanese…..ixixixix…..Bro Robby dan Bro Hardi dari SACS menyambut dgn cemilan tahu Sumedang, sajen khas urang Sumedang….dan rasa penat disepanjang perjalanan terobati kembali….

Jam 22.30 saya pamit melanjutkan perjalanan ke Bandung dan dibarengi Robby-Milo dan Acep-YSC Bdg memasuki kota Bandung sebelum jam 24.00, sudah tiba dengan selamat didepan gerbang rumah…..dan di trip meter, 1.327 km telah terlalui mulai dari keluar pintu rumah di Balikpapan sampai depan pintu gerbang rumah di Bandung.



Dengan segala kerendahan hati, mohon maklum jika ada penyampaian yang tidak berkenan dan kata-kata yang tidak tepat..laporan perjalanan ini semata untuk tambahan informasi bagi rekan2 yang hendak travelling overland dari Banjarmasin – Balikpapan (dan Balikpapan – Tarakan di lap-jal sblmnya)…barangkali berguna selain dari nara sumber yang lain….penulis hanya bisa melintir gas bukan penulis cerita yang baik.



BIG THANKS!!!!! KEPADA;

- Allah SWT, Raja dari semua ciptaan-Nya yang telah melindungi selama perjalanan dan memberikan keindahan dari setiap ciptaan-Nya

- Bro Iwan Rangga, Vixion Club Balikpapan

- Bro Thomas, YSC Jogja 013 yg masih di Balikpapan menunggu petering-peturing handal scorpio yg mampir ke Balikpapan

- Bro Robby - Milo atas semua panduan arah selama perjalanan

- Bro Surya – Banjarmasin atas tempat istirahat dan kelancaran di Pelabuhan Banjarmasin

- Mas Amir Hamzah – Surabaya atas tempat istirahat dan petunjuk jalan di Surabaya

- Sis’Heidy dan Pak’de Bayu @ Semarang……atas suguhan untuk wong nyasar…..ixixixix

- Bro Acep – YSC Bdg n Bro Hardi – SACS atas suguhannya di Sumedang……slurrrrrpppphhh…..

- Bis AKAP Lorena yang sudi menyisihkan jalan setapak di aspal yang lebar Pantura…..

Dan kepada para pengemudi dan pegendara yg sudi tertib ketika orenbastard numpang lewat d sepanjang perjalanan dari Balikpapan – Bandung…….

>>> Brotherhood are everywhere but ain’t on the hot road<<<< Keep ride safely and respect others!.

<<< orenbastard, D3096DQ, MiLYS [405] >>>
 

Add comment


Security code
Refresh


themesclub.com cms Joomla template
Copyright © 2009 milys.or.id  -  All Rights Reserved. modified by Red.Baron
RedBaron logo